BANDAR JUDI POKER ONLINE – Masihkah Meragukan Kemampuan Pelatih Zinedine Zidane?

Ketika datang menggantikan Rafael Benitez, Zinedine Zidane dianggap tidak mampu untuk melatih tim bintang Real Madrid namun semua keraguan tersebut telah hilang sekejap.

Ketika datang untuk pertama kalinya di Santiagio Bernabue, status Zinedine Zidane bukanlah seorang pemain lagi. Dirinya memakai jas dan datang sebagai pelatih Real Madrid. Mungkin pada awalnya banyak yang meragukan kemampuan pria kelahiran Perancis ini mengingat sangat sedikit sekali mantan pemain bola yang sukses menjadi pelatih karena ternyata menjadi seorang manajer tim dibutuhkan banyak pengetahuan lebih dibandingkan dengan para pemainnya.

zidane

Karir Zinedine Zidane Sebagai Pelatih Real Madrid

Saat kedatangannya pertama untuk melatih Los Galaticos, banya pihak yang meragukannya meskipun dirinya pernah bermain sebagai pemain sepak bola. Beberapa media, publik bahkan para pendukung Madrid sendiri menilai jika Zinedine Zidane tidak akan bertahan lama di Bernabue. Meskipun memiliki puluhan tahun berkarir sebagai pemain sepak bola Internasional yang sangat terkenal hingga menjadi lengenda, namun menjadi seorang pelatih dibutuhkan pengalaman yang sangat banyak sehingga mampu menangani satu tim agar menjadi lebih baik. Hal inilah yang sering dikatakan kepada pria berkebangsaan Perancis ini. Mungkin karirnya bisa melonjak jika menangai tim yang rendah terlebih dahulu untuk menambah pengalaman. judi poker online

Namun debut pertamanya sebagai pelatih harus menangani tim kuat yang bertabur penuh bintang Real Madrid. Justru hal ini akan menjadi sebuah masalah besar jika Zidane tidak mampu untuk membawa atau memberikan prestasi yang sangat gemilang untuk tim tersebut. Namun siapa yang menyangka jika debut pertamanya sebagai seorang pelatih harus berbuah manis walaupun sempat terseok-seok di awal musim dan akhirnya bisa menemukan ritme permainan yang tepat untuk diaplikasikan di lapangan. Hujatan, sindiran dan bahkan hinaan mewarnai perjalanan Zidane sebagai pelatih, namun ternyata semua keraguan itu telah dijawab dengan aksi Real Madrid yang mampu memenangkan kiga Champion musim ini sekaligus berkesempatan untuk menjadi juara liga Spanyol kembali meskipun berada di peringkat ketiga klasemen.

Datang di bulan Januari, Zidane hadir menggantikan posisi Rafael Benitez yang gagal untuk membuat Madrid cukup kuat untuk berada di jalur perburuan juara. Tanpa adanya pengalaman yang cukup potensial di bidang kepelatihan, namun Zinedine Zidane lebih diterima dibandingkan dengan saat dilatih oleh Benitez. Zidane dinilai mampu menghadirkan suasana positif dalam kubu Madrid sehingga mereka lebih baik, kompak dan bersemangat. Bahkan tidak ada pemain yang menganggap atau berbicara buruk tentang Zidane selama dirinya berkenalan dan meraba kekuatan tim. Di awal musim memang Madrid sempat mengalami masa-masa sulit sepert roller coaster yang naik turun hingga sempat kehilangan peluang untuk berada di jalur juara liga dan menjauh dari pesaing terdekatnya Barcelona. Ada kalanya dimana Los Galaticos kesulitan untuk membuat atau menciptakan peluang kemenangan yang ada bahkan harus takluk dengan tim sekota Atletico Madrid yang saat ini menghuni peringkat dua klasemen sementara. prediksi bola sbobet

Meski begitu, Madrid mencoba dan berupaya untuk menemukan ritme permainan yang sangat tepat bagi mereka dan Zidane sebagai oelatih tentu harus memperbaiki keadaan agar menjadi lebih baik dan membuat pihak yang maragukan dirinya menjadi terdiam karena semau anggapan buruk tentangnya akan dihilangkan. Tekad sekaligus kemampuan Zidane terbukti ketika berhasil memenangkan pertandingan penting melawan pesaing beratnya di liga Spanyol yaitu Barcelona di Campu Nou yang merupakan markas kebanggaan Barcelona. Hal ini membuat dirinya menjadi sedikit lebih percaya diri untuk terus melatih Madrid dan mampu membuat para pemainnya menjadi lebih bersemangat untuk terus menghadapi sisa laga di divisi primera sekaligus berjuang di kancah eropa zona liga champions.

Sedikit demi sedikit Zidane berhasil menularkan virus keberhasilan dirinya ke seluruh tim sekaligus membuat banyak pihak seperti lawan-lawannya menjadi lebih segan padanya. Namun keunggulan rupanya tidak berjalan dengan baik kala Madrid ternyata harus mengakui keunggulan tim Jerman yaitu Wolfsburg dengan dua gol tanpa balas. Hasil negatif itu lantas tidak membuat Zidane menjadi putus asa karena kekalahan tersebut dijadikannya sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh pria plontos ini kala menghadapinya kembali pada laga lanjutan liga champions. Terbukti, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan mampu menggulung kembali Wolfsburg dengan tiga gol langsung tanpa balas dan membuat tim bertabur bintang ini lolos dan maju ke babak semi final liga champions. Meski begitu, bukan berarti jika tantangan Zidane harus berakhir begitu saja karena masih ada beberapa hambatan lagi yang harus dihadapi apabila ingin menjadi juara liga champions sekaligus membawa pulang tropi yang serupa untuk kesekian kalinya. bandar togel sgp

Apalagi ditambah jika tantangan yang harus dihadapi oleh Madrid adalah mengalahkan raksasa asal Inggris yaitu Manchester City untuk bisa lolos ke babak final dan selangkah lagi menjadi juara. Kehadiran Zidane di dalam kubu Madrid dinilai lebih baik dibandingkan dengan Benitez yang sangat kaku dan juga keras. Benitex dianggap terlalu fokus dengan sistenatis permainan dan juga pola serangan. Cara penerapan merode yang dikembangkan oleh Benitez dianggap lebih negatif dan juga defensif. Sementara itu di sisi lain, Zinedine Zidane merupakan pelatih yang sangat baik dan peduli terhadap setiap pemainnya secara pribadi untuk mengenal karakterristik mereka lebih baik dan mampu membuat strategi yang matang. Zidane sering melakukan dialog dengan pemain secara pribadi untuk bisa lebih mengenal mereka dan bersahabat sehingga hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas pelatih dan juga pemain saja.

Oleh sebab itu banyak yang menilai jika Zidane adalah pelatih yang hangat karena mampu untuk dekat dengan setiap pemain yang ada tak terkecuali. Kedekatan mereka terbukti ketika beberapa pemain Real Madrid merayakan kemenangannya atau gol yang dicetak dari salah satu kaki pemain dengan cara memeluk sang pelatih sebagai manajer. Biasanya Amdrid dikenal sebagai tim yang dingin dan juga kaku. Hal ini dibuktikan karena banyaknya pemain bintang di dalamnya yang berjuang untuk mendapatkan posisi baik di permainan yang akan dilakukan. Tak jarang ditemukan atau tercium oleh publik konflik pribadi diantara pemain Madrid. Kehadiran Zidane bisa terbilang sebagai obat manjur yang mampu meredam sekaligus mencairkan suasana pemain yang sangat renggang. Perubahan juga dirasakan darim pola permainan yang digunakan oleh Madrid dimana mereka lebih mampu untuk menyerang dengan baik dan juga menekan lawan ke sudut sehingga menyerah kalah. domino qiu qiu

Hampir setiap pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya sekaligus potensi yang dimiliknya. Kapabilitas dari masing-masing individu mampu dimanfaatkan dengan baik di setiap laga yang harus dihadapi oleh Madrid. Permainan Madrid yang cenderung kaku pun berubah menjadi lebih nyaman dan juga saling bekerja sama dengan baik tanpa dipaksakan. Atmosfer pertandingan pun seiring makin meningkat dengan banyaknya aura positif yang disalurkan setiap pemain. Sejauh ini, Madrid mampu tetap berada di jalur perburuan juara dan terus menunjukkan kelasnya sebagai salah satu raksasa Spanyol yang patutu ditakuti oleh klub lainnya di benua eropa. Di abwah tangan dingin Zinedine Zidane, Madrid mampu sukses dan mantan kapten timnas Perancis itu terbilang sangat sukses untuk membawa Los Galaticos menjadi tim terbaik di eropa.